Institut Teknologi Sumatera di Bukittinggi

30 11 2011

Institut Teknologi Bandung bersama dengan Institut Teknologi Sepuluh November akan mendirikan institut teknologi baru di Indonesia. Rencananya dua institut teknologi baru seperti halnya ITB dan ITS ini akan didirikan di pulau Sumatera dan Kalimantan.”Namanya apa kita belum tahu, yang jelas seperti ITB dan ITS yang sekarang. ITS di Kalimantan, ITB di Sumatera, kita buat dua institut teknologi baru,” kata Rektor ITB Prof. Akhmaloka saat ditemui Senin (28/11).

Menurut Akhmaloka, saat ini proses pendirian institut teknologi baru di Sumatera baru dalam tahap uji kelayakan. Sementara tahun 2012 masuk pada tahap perencanaan. “Pak Menteri inginnya 2014 sudah jalan, bahkan di 2013 inginnya sudah ada kelas atau bangunan. Cukup sulit juga, tapi semua masih kita kaji,” ungkapnya. Pengkajian, kata Akhmaloka, juga masih terus dilakukan terkait jurusan dan teknik apa saja yang akan dibuka pada institut teknologi baru nanti. Namun Akhmaloka memastikan, jurusan yang akan dibuka akan disesuaikan dengan konten lokal wilayah Sumatera dan lokasi tempat didirikannya kampus baru ini.

“Ini juga yang sedang dikaji. Sumatera juga masih belum fix apakah akan dipilih Lampung atau Sumatera Selatan, atau wilayah yang lain. Tetapi sampai sekarang masih Lampung. Menurut teman-teman di Lampung ada daerah labil dan daerah gempa. Jadi mungkin kita cari lagi lokasinya yang tepat, selain juga melihat support dari pemerintah provinsinya,” tuturnya.

Kalau dilihat dari sejarah Pulau Sumatera, tempat yang paling sesuai untuk Institut Teknologi Sumatera adalah Kota Bukittinggi.

Pada masa pendudukan Jepang, Kota Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintahan militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand, di mana pada kota ini menjadi tempat kedudukan komandan militer ke 25 Kenpeitai, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Hirano Toyoji. Kemudian kota ini berganti nama dari Stadsgemeente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bukittinggi dipilih menjadi ibukota Provinsi Sumatera, dengan gubernurnya Mr. Teuku Muhammad Hasan. Kemudian Bukittinggi juga ditetapkan sebagai wilayah pemerintahan kota berdasarkan Ketetapan Gubernur Provinsi Sumatera Nomor 391 tanggal 9 Juni 1947.

Pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kota Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan, di mana pada tanggal 19 Desember 1948, kota ini ditunjuk sebagai ibukota negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Dikemudian hari, peristiwa ini ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2006 tanggal 18 Desember 2006.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: