Accounting + IT : Techno Accounting

5 08 2008

Tecno Accounting .

“duluan mana ayam dengan telur”. idiom ini cocok juga dengan pernyataan untuk ” duluan mana antara akuntansi dan teknologi informasi”.

dalam dunia bisnis dan industri, dinamisasi proses binis dan proses akuntansi akan sangat bisa terjadi dalam setiap detik dan setiap saat. “dulu” akuntansi adalah proses pengolahan data, kemudian mengemuka dengan service-nya (baca : jasa), dan ada pula dengan pendekatan teknologi. biasanya ini dihubungkan dengan definisi teoritis menurut pakar-pakar akuntansi.

yang ingin difokuskan dalam hal ini adalah akuntansi dan TI adalah komponen sistem informasi yang mengakomodasi kebutuhan proses akuntansi yg terjadi di semua lini perusahaan (secara horizontal-misal: produksi, pembelian, gudang, HR, keuangan, akuntansi, umum, dll) sekaligus pada level vertikalnya menyediakan informasi menyeluruh baik itu sifatnya sistem pemrosesan transaksi samapai dengan executive information system. akuntansi tidak hanya sekedar proses, jasa dan teknologi tetapi harus memili business intelligence dan sekaligus knowledger dalam rangka meningkatkan potensi perusahaan (laba) dan mengurangi resiko.

akuntansi harus dipandang sebagai integrasi antara prosedur kerja akuntansi (proses bisnisnya), pengaturan data dan informasi, managemen manusia , dan aplikasi (baik hard/soft-ware) dalam rangka menyediakan informasi operasi, informasi akuntansi manajemen, informasi akuntansi keuangan, dan informasi bisnis lainnya.

tantangan akuntansi harus menyediakan informasi tersebut secara riel time, uptodate, akurat dan akuntabel. dengan teknologi informasi yang cocok hal ini sangat mungkin dilaksanakan. akuntansi sebagai prosedur kerja/proses binis utama perusahaan yang mengolah dan menyajikan data-data ekonomis dan non ekonomis ke dalam satu penyajian informasi yang beragam dan sesuai kebutuhan dihadapkan pada tantangan penyajian yang super cepat dan super akurat. tidk lagi peduli dengan deadline, batas minimal atau apapun namanya, seolah akuntansi tanpa kompromi harus bisa menyediakan segala informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (klo saya lebih suka termasuk pihak yg memang tidak berkepentingan shg merke atertarik dengan informasi yang disajikan).

minimal ada 2 faktor penentu akuntansi bisa se-revolusioner mungkin…
1. akuntansi harus tetap menjaga performansinya seperti standar yang umum berlaku (baca : GAAP).
2. akuntansi harus meng-empower agar bisa menghasilkan informasi yang tidak biasa (baca : neraca, L/R, arus kas).
seperti tarik menarik antara keamanan dan kenyamanan…akuntansi menuntut tidak lagi spet hal itu tapi harus bisa sejalan dengan dua-duanya.

batasan yang saat ini adalah akuntansi dihadapkan pada aturan baku yang sudah membumi dengan standar profesional tertentu, kadang batasan ini membuat empower-ing akuntansi menjadi mandeg, nah solusinya standar akuntansi harus bisa mengadaptasi seperti halnya teknologi perkembangan bisnis dan teknologi di luar.

Konsep akuntansi cepat adalah konsep bagaimana standar akuntansi yang dipakai oleh sebuah organisasi bisa customize dengan lingkungannya baik internal maupun eksternal tetapi tetap dengan standar umum yang ada (GAAP). akuntansi cepat mungkin terjadi juga karena adanya dorongan/dukungan TI sebagai enablernya. nah klo enablernya sudah siap sekrang tinggal human-nya yg harus siap mengadopsi dan meng-customize setiap saat.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: