Indonesia, Truly Atlantis

14 10 2009

Prof. Arysio N. dos Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis the Lost Continents Finally Found”.

Dimana ditemukannya ?
Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!). Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu. Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata. Read the rest of this entry »





Minangkabau Menangis

8 10 2009

Turut berduka cita atas gempa yang yang terjadi pada tanggal 30 September 2009 di Padang, Sumatera Barat. Para rakyat minangkabau menangis……. melihat kejadian yang telah terjadi…. Disaat perekonomian rakyat sudah berjalan dengan baik… disaat itulah diberi ujian yang maha besar oleh Allah SWT… Perekonomian rakyat kembali jatuh pada tingkatan yang paling rendah.

Sebahagian orang malahan mencari untung yang besar pada saat kejadian…. bukannya memberi gratis kepada mereka yang memerlukan… itulah sebahagian potret yang terjadi pada pasca gempa.

Semoga pemerintah dapat me-manajemen bencana alam (gempa) ini dengan baik dan bantuan dapat tersalurkan dengan adil dan merata.





Stimulus Nonekonomi

14 04 2009

penulis artikel : Rhenald Kasali, PhD, dipublish : Kompas, 13 April 2009

Kita patut bersyukur pemilu telah berjalan dengan aman sehingga perekonomian tidak terganggu. Namun, kita harus tetap waspada, sebab siapa pun tak mungkin mendapatkan hasil yang berbeda dengan cara mengelola perekonomian yang sama berulang-ulang. Tak peduli berapa besar suntikan stimulus ekonomi yang ditanam di tengah-tengah ancaman krisis ini, dengan cara bekerja yang sama, hanya masalah yang samalah yang akan dituai. Maka ketika paket-paket stimulus ekonomi digelindingkan, kita perlu menanyakan di mana dan kapan paket-paket stimulus nonekonomi akan digulirkan?

Paket-paket stimulus nonekonomi sebagian besar bersifat controlable karena ada di tangan pemerintah dan jajaran birokrasinya, mulai dari pelayanan, kecepatan respons, kesatuan tindak, perizinan, pengadaan, pemberantasan korupsi, hingga tumpang tindihnya masalah hukum. Namun, selain pendekatan pada tulisan ini, stimulus nonekonomi juga dapat dilakukan di luar APBN dengan memberikan ruang kepada swasta agar terlibat melakukan stimulus.

Janganlah kita berpikir urusan pemberantasan korupsi sudah selesai dengan keberadaan jampidsus dan tipikor (di samping KPK). Masih banyak titik strategis yang perlu didorong dan dirangsang agar simultan menggerakkan pertumbuhan. Demikian juga jangan pernah berasumsi stimulus ekonomi akan menemukan muaranya sendiri.

Masalah yang sama

Berapa pun besarnya APBN, ternyata masalah yang muncul selalu sama: pengadaan barang dan jasa selalu bermasalah (low quality); banyak PP yang salah sasaran, tidak akurat, dan terlambat; perizinan terlalu banyak, dan menyulitkan pengusaha kecil ”naik kelas”; peraturan pusat-daerah dan antardepartemen saling bertentangan; dan respons terhadap bencana selalu reaktif.

Masalah-masalah itu kalau disimpulkan menjadi sangat sederhana, yaitu terjadi proses incapacity. Hampir secara merata respons yang diambil para eksekutor paket-paket stimulus menghadapi dilema di lapangan. Sebentar-sebentar peraturan yang baru dibuat harus dikoreksi, atau sudah tidak relevan lagi, bahkan antistimulasi.

Ambil saja contoh Permenkeu Nomor 19/2009 (13 Februari 2009) tentang tarif bea masuk produk impor tertentu yang berdampak pada anggota koperasi susu (GKSI) karena tarif impor produk susu diturunkan menjadi 0 persen. Padahal, dua tahun silam, mereka didorong-dorong untuk membantu pemerintah memperbaiki gizi masyarakat. Produksi susu pun mereka tingkatkan, dari sekitar 1,7 juta kg susu segar setiap hari (sekitar 20 persen dari kebutuhan) menjadi sekitar 50 persen tahun 2012.

Beberapa pelaku usaha industri pengolahan susu mengakui bahwa Permenkeu itu antara lain berkat lobi mereka. ”Tetapi eksekusinya tidak tepat waktu.” Lobi itu diajukan setahun lalu, saat biaya bahan baku pangan melonjak tinggi. Namun, peraturannya baru keluar saat dunia menghadapi krisis dan harga susu anjlok (dari 5.200 dollar AS per metrik ton menjadi 2.350 dollar AS per metrik ton) dan dapat merugikan peternak di sekitar Nongkojajar, Batu (Jawa Timur), Boyolali (Jawa Tengah), dan Pangalengan (Jawa Barat).

Contoh lain adalah soal penanganan sampah yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Tahun 2008, parlemen menghadiahkan UU No 18 yang mewajibkan semua TPA ditutup dalam lima tahun ke depan, dan semua sampah harus diolah.

UU ini disambut para social entrepreneur yang antara lain mengolah sampah menjadi kompos. Tahun 2008 pula, Indonesia kesulitan bahan bakar gas dan pupuk. Saat kesulitan itu, Departemen Pertanian memberikan stimulus bantuan langsung pupuk (BLP) Rp 1.100 per kg yang diberikan lewat empat BUMN agar memproduksi pupuk granul berbahan dasar kompos.

Dengan stimulus itu, BUMN membeli kompos yang sudah diolah rakyat seharga Rp 300 per kg, dan setelah diproses menjadi butiran-butiran kecil dijual kepada petani seharga Rp 500 per kg. Padahal, tanpa granulisasi, kompos itu dihargai Rp 400 per kg. BLP mungkin menaikkan kualitas kompos beberapa persen, tetapi biaya mengonversi kompos itu naik sekitar 300 persen. Lebih jauh lagi, kebijakan itu mematikan usaha pembuatan kompos rakyat dan mengganggu pelaksanaan UU No 18/2008?

Masih banyak lagi contoh lain, tetapi intinya sederhana: tidakkah pemerintah perlu menstimulasi aparat dan lembaga-lembaganya terlebih dahulu sebelum menstimulasi perekonomian?

Kalau ditelusuri ke belakang, semua sumber kesulitan itu sebenarnya berpusat pada penataan organisasi birokrasi. Meski sebagian besar pejabat birokrasi berasal dari kampus-kampus terkemuka dan memperoleh pelatihan di luar negeri, penanganan birokrasi sangat buruk. Anehnya, hal ini sebenarnya diakui banyak menteri yang mengatakan bahwa mereka hanya bekerja dengan sekitar 20 persen pegawainya. Mau diapakan pegawai yang 60-80 persen yang katanya tak bisa bekerja itu? Tak ada yang bisa menjawab. Bahkan jabat tangan emas saja pun tak terpikirkan. Jabat tangan emas, bukan sembarang PHK, jauh lebih bermartabat karena memberikan kesempatan kepada PNS memperoleh kehidupan baru yang lebih manusiawi, daripada bekerja tanpa masa depan dengan gaji tak mencukupi.

Cara lama yang sudah tidak relevan, seperti kenaikan pangkat secara otomatis, metode penilaian dengan menggunakan formulir DP3, serta ketentuan mengenai golongan dan jabatan, sangat membelenggu birokrasi. Akibatnya, di jajaran tingkat tinggi, sulit didapat calon-calon muda yang lebih berkualitas. Tidak dapat menduduki posisi-posisi strategis karena terbentur oleh pangkat dan golongan yang berlaku kaku.

Lebih jauh lagi knowledge management tidak berjalan. Semua pengalaman, pengetahuan, dan praktik-praktik yang ada tidak terkomunikasi di antara para birokrat. Tidak ada sharing pengetahuan/data. Semua pekerjaan dibentuk ke dalam proyek-proyek sehingga setiap pejabat, termasuk menteri-menteri baru, harus mencari-cari cara dari isi kepalanya masing-masing.

Stimulus nonekonomi berbeda dengan stimulus ekonomi yang langsung ditujukan kepada pasar. Stimulus nonekonomi ditujukan kepada aparatur untuk menggerakkan perekonomian, menumbuhkan optimisme dan memperbaiki kapasitas





Cintailah Bahasa Indonesia… seperti National Taiwan University

12 03 2009

Alangkah kaget saat browsing di Internet, menemukan National Taiwan University of Science and Technology. Mungkin ini salah satu atau satu-satunya Universitas di luar negara Indonesia yang menyediakan website universitasnya dalam Bahasa Indonesia.

Ini merupakan suatu penghormatan bagi kita. Kenapa mereka mengunakan pilihan bahasa indonesa. Kenapa tidak bahasa melayu, bahasa vietnam ataupun thailand.

Bahasa Indonesia disamakan posisi dengan Bahasa Inggris (yang notabene merupakan bahasa international). Cintailah bahasa kita, Indonesia

informasi selengkapnya :

The National Taiwan University of Science and Technology has launched an Indonesian version of its Web site to help Indonesians learn about the university





Whois.sc

21 01 2009

Ada yang komplain, dengan penilaian Best Education Motivation.

mr komplain

mr komplain

satu hal yang kurang disadari oleh mr.komplain, menyamar dengan nama komplain dan email komplain@yahoo.id. Tapi hal yang TIDAK terpikirkan oleh beliau. Ini INTERNET pak, kita semua akan mempunyai alamat IP Address. Seharusnya Bapak harus buat routing dulu dong ke banyak negara-negara biar bisa kelabui saya…

Alamat IP Bapak tercapat di blog saya dengan alamat 202.185.32.194

Silahkan buka browser IE / Mozilla Firefox ketik-kan di address bar URL : whois.sc, lihat tampilan berikut ini :

1aaIsikan Alamat IP Address pada kotak yang disediakan dan klik Lookup

Inilah data detail dari IP Bapak

1ab1

Pengirim comment : Berada di negara Malaysia, IP Address berdekatan dengan alamat DNS ukm.my, pelaku mengirimkan pesan dari jaringan intranet UKM.





Australia, UNAND dan UKM Teratas …

6 01 2009

Berdasarkan data pelamar Beasiswa Dikti Gelombang I (pertama) untuk tahun anggaran 2009. Australia, Universitas Andalas dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) merupakan pemuncaknya.

  • Australia merupakan negara tujuan studi paling diminati (283 orang dari total 867 orang)
  • Universitas Andalas merupakan pelamar terbanyak (60 orang dari total 867 orang)
  • Universiti Kebangsaan Malaysia merupakan PT LN yang paling diminati (72 orang dari total 867 orang)

Berikut perbandingan data : gelombang/tahap 3 – 2008 dengan gelombang/tahap 1-2009

Total Tahap 3 Tahun 2008 : 2332 Orang sedangkan Tahap 1 Tahun 2009 : 867 orang

2009 2008
Australia 283 Australia 761
Malaysia 274 Malaysia 557
Jepang 76 Jepang 227
Inggris 62 Inggris 165
Jerman 29 Belanda 149
Belanda 27 Jerman 74
Amerika 22 Amerika 46
Perancis 16 Thailand 40
Thailand 15 Prancis 39
Korea 9 Philipina 33
2009 2008
UKM – Malaysia 72 UKM – Malaysia 141
Curtin – Australia 64 Curtin – Australia 121
UTM – Malaysia 50 UTM – Malaysia 105
UUM – Malaysia 39 UUM – Malaysia 90
USM – Malaysia 33 Monash – Australia 58
UM – Malaysia 25 USM – Malaysia 57
UPM – Malaysia 21 Flinders – Australia 48
New Castle University 17 UNSW – Australia 42
IIUM Malaysia 16 IIUM – Malaysia 38
University of Wollonggong 15 University of Western, Australia 35




Apa Perbedaan Sistem Komputer dan Sistem Informasi

6 01 2009

Istilah tersebut ditemui pada pilihan program studi pada saat perkuliahan.  Di Indonesia ada dua prodi Sistem Komputer dan Sistem Informasi. Kedua prodi ditawarkan oleh PTN dan PTS. Di PTS-PTS prodi laris kayak “kacang goreng” saja. Karena sangat diminati. Tapi perbedaan antara kedua prodi yang ditawarkan PTS kurang kelihatan dari segi kurikulum.

Saat browsing di Internet, saya memberi referensi ke Hongkong University. Disana terdapat program studi Computer Engineering sama dengan Sistem Komputer di Indonesia. Dan juga ada Information Engineering sama dengan Sistem Informasi di Indonesia. Read the rest of this entry »





Duit Online Dari Backlink.com

6 10 2008

Sekedar mau sharing tentang salah satu metode cari duit$$ di Internet ) , yang bernama text-links sales alias jualan text-links. JIka kamu sudah familiar dengan yang namanya Paid Review , dimana kamu akan mendapat bayaran untuk tiap post , konsep jualan text-links juga memiliki konsep yang sama. Kamu akan dapat bayaran untuk tiap text-links yang berhasil anda jual kepada advertiser ).

Bagi yang sudah terjun di dunia text-links sales , kamu tentu sudah akrab dengan yang namanya TLA . Nah , saya ingin memperkenalkan broker text-links lain yang notabene bisa membuat text-links kamu lebih cepat terjual daripada ketika kamu menjualnya di TLA ! ) Jika di TLA kamu harus menunggu berhari-hari/berminggu-mingu/dst sampai text-links kamu terjual , lain halnya dengan menjual text-links anda di Backlinks.com , dimana text-links kamu bisa laku terjual hanya dalam kurun waktu 1-2 hari saja ). Syarat untuk memulai berjualan text-links di Backlinks pun tidak seketat di TLA. Di Backlinks , blog yang memiliki PageRank 1 pun bisa langsung terjun di bisnis ini ! Berikut merupakan price rate text-links di Backlinks :

PageRank (PR) 1 homepage $0.50 , subpage $0.50

PageRank (PR) 2 homepage $1 , subpage $1

PageRank (PR) 3 homepage $2 , subpage $1.50

PageRank (PR) 4 homepage $3 , subpage $2

PageRank (PR) 5 homepage $4.50 , subpage $3.50

PageRank (PR) 6 homepage $12.50 , subpage $10

PageRank (PR) 7 homepage $30 , subpage $25

PageRank (PR) 8 homepage $75 , subpage $50

Contoh earning saya di Backlinks :


Kelebihan lain dari backlinks adalah kita dapat menjual link di multiple pages , tidak hanya pada single page , sehingga kita dapat memperbanyak earning kita dengan menjual text-link pada multiple page ! )
Tunggu apa lagi , buruan daftar deh !


Monetize your web site





Nama Mendunia, Gaji Rp 2,4 Juta Ilmuwan-Ilmuwan Indonesia Berprestasi Global

23 09 2008

Enam ilmuwan Indonesia masuk daftar Wise Index of Leading Scientists and Engineer. Daftar tersebut dikeluarkan sebuah lembaga internasional berkredibilitas di bidang sains dan teknologi. Siapa saja mereka? Mengapa dalam hal ini kita masih kalah dengan Malaysia?
Read the rest of this entry »





The Beauty of Mathematics

12 09 2008

Absolutely amazing!
Beauty of Mathematics !!!!!!!

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111 Read the rest of this entry »