Negara bagian skandinavia identik dengan pengembang perangkat mobile / handphone. Perangkat handphone merek Ericsson adalah buatan Swedia. Negara tetangga-nya Finlandia mengeluarkan handphone dengan merek Nokia. Sebagai Negara industry alat komunikasi yang terkemuka di dunia, mereka membuktikan dapat hidup berdampingan secara damai. Lebih dari itu : menjalin perkongsian dan maju untuk makmur bersama. Di dunia teknologi, peran para peneliti sangat besar. Ericsson misalnya tahun 1998 mengeluarkan dana US$ 3,8 milyar hanya untuk Research and Development (R&D). Angka tersebut sebesar 16 % dari total penjualannya. Sejarah panjang Ericsson sebagai perintis dalam dunia industry komunikasi, masih tetap berkibar hingga kini. Kenyataan tercermin misalnya pada pengembangan teknologi Bluetooth. Jenis perangkat lunak ini memungkinkan internet bisa dinikmati pada handphone tanpa memerlukan kabel sama sekali. Dengan menggunakan gelombang pendek radio, maka handphone dapat dihubungkan ke perangkat mobile lainnya.
Pengembangan Bluetooth secara resmi dilakukan oleh [ Bluetooth Special Interest Group ]. Anggotanya terdiri dari Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba. Kemudian Motorolla, 3Com, Lucent dan Microsoft. Namun kalangan industry menaruh hormat tersendiri kepada negeri asal Ericsson, ditandai dengan penggunaan nama BLUETOOTH untuk penamaan teknologi terbaru tersebut.
Bluetooth adalah terjemahan dari ” Blatand” yang diambil dari nama seorang raja Viking, yakni Harald Gormsson Blatand, yang memerintah Swedia, Norwegia serta Denmark abad ke-10. Swedia adalah termasuk kedalam rumpun Skandinavia. Rumpun ini terdiri dari Swedia, Norwegia, Finlandia dan Denmark. Harald Gormsson Blatand alias BLUETOOTH pada masa tersebut yang mempersatukan berbagai kekuatan politik di negerinya. Spirit ini diserap utnuk teknologi baru yang diberi nama : B L U E T O O T H .
sebenernya pada saat HP belum seperti sekarang (pada saat HP masih segede gaban) PT. INTI waktu itu juga mengembangkan HP dan kualitasnya bisa disandingkan dengan Nokia, malah kata personel militer lebih bagus. tapi karena tidak dilanjutkan ya akhirnya kaya gini, dikuasai Nokia.
Mungkin kalo diteruskan namanya jadi Nukie (bahasa sunda – yang ini), hehe…