Feeds:
Posts
Comments

penulis artikel : Rhenald Kasali, PhD, dipublish : Kompas, 13 April 2009

Kita patut bersyukur pemilu telah berjalan dengan aman sehingga perekonomian tidak terganggu. Namun, kita harus tetap waspada, sebab siapa pun tak mungkin mendapatkan hasil yang berbeda dengan cara mengelola perekonomian yang sama berulang-ulang. Tak peduli berapa besar suntikan stimulus ekonomi yang ditanam di tengah-tengah ancaman krisis ini, dengan cara bekerja yang sama, hanya masalah yang samalah yang akan dituai. Maka ketika paket-paket stimulus ekonomi digelindingkan, kita perlu menanyakan di mana dan kapan paket-paket stimulus nonekonomi akan digulirkan?

Paket-paket stimulus nonekonomi sebagian besar bersifat controlable karena ada di tangan pemerintah dan jajaran birokrasinya, mulai dari pelayanan, kecepatan respons, kesatuan tindak, perizinan, pengadaan, pemberantasan korupsi, hingga tumpang tindihnya masalah hukum. Namun, selain pendekatan pada tulisan ini, stimulus nonekonomi juga dapat dilakukan di luar APBN dengan memberikan ruang kepada swasta agar terlibat melakukan stimulus.

Janganlah kita berpikir urusan pemberantasan korupsi sudah selesai dengan keberadaan jampidsus dan tipikor (di samping KPK). Masih banyak titik strategis yang perlu didorong dan dirangsang agar simultan menggerakkan pertumbuhan. Demikian juga jangan pernah berasumsi stimulus ekonomi akan menemukan muaranya sendiri.

Masalah yang sama

Berapa pun besarnya APBN, ternyata masalah yang muncul selalu sama: pengadaan barang dan jasa selalu bermasalah (low quality); banyak PP yang salah sasaran, tidak akurat, dan terlambat; perizinan terlalu banyak, dan menyulitkan pengusaha kecil ”naik kelas”; peraturan pusat-daerah dan antardepartemen saling bertentangan; dan respons terhadap bencana selalu reaktif.

Masalah-masalah itu kalau disimpulkan menjadi sangat sederhana, yaitu terjadi proses incapacity. Hampir secara merata respons yang diambil para eksekutor paket-paket stimulus menghadapi dilema di lapangan. Sebentar-sebentar peraturan yang baru dibuat harus dikoreksi, atau sudah tidak relevan lagi, bahkan antistimulasi.

Ambil saja contoh Permenkeu Nomor 19/2009 (13 Februari 2009) tentang tarif bea masuk produk impor tertentu yang berdampak pada anggota koperasi susu (GKSI) karena tarif impor produk susu diturunkan menjadi 0 persen. Padahal, dua tahun silam, mereka didorong-dorong untuk membantu pemerintah memperbaiki gizi masyarakat. Produksi susu pun mereka tingkatkan, dari sekitar 1,7 juta kg susu segar setiap hari (sekitar 20 persen dari kebutuhan) menjadi sekitar 50 persen tahun 2012.

Beberapa pelaku usaha industri pengolahan susu mengakui bahwa Permenkeu itu antara lain berkat lobi mereka. ”Tetapi eksekusinya tidak tepat waktu.” Lobi itu diajukan setahun lalu, saat biaya bahan baku pangan melonjak tinggi. Namun, peraturannya baru keluar saat dunia menghadapi krisis dan harga susu anjlok (dari 5.200 dollar AS per metrik ton menjadi 2.350 dollar AS per metrik ton) dan dapat merugikan peternak di sekitar Nongkojajar, Batu (Jawa Timur), Boyolali (Jawa Tengah), dan Pangalengan (Jawa Barat).

Contoh lain adalah soal penanganan sampah yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Tahun 2008, parlemen menghadiahkan UU No 18 yang mewajibkan semua TPA ditutup dalam lima tahun ke depan, dan semua sampah harus diolah.

UU ini disambut para social entrepreneur yang antara lain mengolah sampah menjadi kompos. Tahun 2008 pula, Indonesia kesulitan bahan bakar gas dan pupuk. Saat kesulitan itu, Departemen Pertanian memberikan stimulus bantuan langsung pupuk (BLP) Rp 1.100 per kg yang diberikan lewat empat BUMN agar memproduksi pupuk granul berbahan dasar kompos.

Dengan stimulus itu, BUMN membeli kompos yang sudah diolah rakyat seharga Rp 300 per kg, dan setelah diproses menjadi butiran-butiran kecil dijual kepada petani seharga Rp 500 per kg. Padahal, tanpa granulisasi, kompos itu dihargai Rp 400 per kg. BLP mungkin menaikkan kualitas kompos beberapa persen, tetapi biaya mengonversi kompos itu naik sekitar 300 persen. Lebih jauh lagi, kebijakan itu mematikan usaha pembuatan kompos rakyat dan mengganggu pelaksanaan UU No 18/2008?

Masih banyak lagi contoh lain, tetapi intinya sederhana: tidakkah pemerintah perlu menstimulasi aparat dan lembaga-lembaganya terlebih dahulu sebelum menstimulasi perekonomian?

Kalau ditelusuri ke belakang, semua sumber kesulitan itu sebenarnya berpusat pada penataan organisasi birokrasi. Meski sebagian besar pejabat birokrasi berasal dari kampus-kampus terkemuka dan memperoleh pelatihan di luar negeri, penanganan birokrasi sangat buruk. Anehnya, hal ini sebenarnya diakui banyak menteri yang mengatakan bahwa mereka hanya bekerja dengan sekitar 20 persen pegawainya. Mau diapakan pegawai yang 60-80 persen yang katanya tak bisa bekerja itu? Tak ada yang bisa menjawab. Bahkan jabat tangan emas saja pun tak terpikirkan. Jabat tangan emas, bukan sembarang PHK, jauh lebih bermartabat karena memberikan kesempatan kepada PNS memperoleh kehidupan baru yang lebih manusiawi, daripada bekerja tanpa masa depan dengan gaji tak mencukupi.

Cara lama yang sudah tidak relevan, seperti kenaikan pangkat secara otomatis, metode penilaian dengan menggunakan formulir DP3, serta ketentuan mengenai golongan dan jabatan, sangat membelenggu birokrasi. Akibatnya, di jajaran tingkat tinggi, sulit didapat calon-calon muda yang lebih berkualitas. Tidak dapat menduduki posisi-posisi strategis karena terbentur oleh pangkat dan golongan yang berlaku kaku.

Lebih jauh lagi knowledge management tidak berjalan. Semua pengalaman, pengetahuan, dan praktik-praktik yang ada tidak terkomunikasi di antara para birokrat. Tidak ada sharing pengetahuan/data. Semua pekerjaan dibentuk ke dalam proyek-proyek sehingga setiap pejabat, termasuk menteri-menteri baru, harus mencari-cari cara dari isi kepalanya masing-masing.

Stimulus nonekonomi berbeda dengan stimulus ekonomi yang langsung ditujukan kepada pasar. Stimulus nonekonomi ditujukan kepada aparatur untuk menggerakkan perekonomian, menumbuhkan optimisme dan memperbaiki kapasitas

Minangkabau (sebut Sumatera Barat) pada zaman perjuangan kemerdekaan termasuk provinsi yang memberikan kontribusi pahlawan untuk perjuangan kemerdekaan indonesia.  Sebut saja Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh,Tuanku Rao, H. Agus Salim, Mr. Assaat, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Mohammad Yamin, Rasuna Said, Rohana Kudus, Sutan Sjahrir, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak pejuang / pahlawan dari Minangkabau ternyata mereka menimba ilmu di negara Belanda, atau dulu disebut dengan istilah VOC (Vereeniging Oost-Indische Compagnie). Siapa saja mereka yang alumni dari negeri kincir angin (Belanda) antara lain :

  1. Mohammad Hatta : alumni dari Nederland Handelshogeschool (bahasa inggris: Rotterdam School of Commerce, kini menjadi Universitas Erasmus). *)
  2. Sutan Syahrir : fakultas hukum, Universitas Amsterdam, Leiden. *)
  3. Mr Assaat : alumni dari belanda (universitasnya belum diketahui) *)

*) data dari id.wikipedia.org

Ini baru data dari beberapa orang pahlawan yang terkenal yang diketahui, saya yakin sangat banyak yang lain pahlawan minangkabau (baca sumatera barat) yang juga menimba ilmu di negeri kincir angin. Apalagi ruanglinkupnya diperluas menjadi Indonesia. Mudah-mudahan suatu saat neso meng-index semua pahlawan yang kuliah ke negeri kincir angin ini.

Berikut sekilas mengenai universitas erasmus dan universitas amsterdam kita lihat dari data publikasi topuniversities.com :

  • Universitas Erasmus : berdasarkan topuniversities.com pada tahun 2008 menempati rangking dunia > 126

    erasmus

    web-erasmus

  • University Of Amsterdam : berdasarkan topuniversities.com pada tahun 2008 menempati rangking dunia > 53

uva

web-uva

Mudah-mudahan melalui program kompetisi blog ini, diberi kesempatan untuk mengunjungi kedua universitas, yang dulunya pernah menjadi tempat berjibaku para pahlawanku menuntut ilmu… Amin..

Alangkah kaget saat browsing di Internet, menemukan National Taiwan University of Science and Technology. Mungkin ini salah satu atau satu-satunya Universitas di luar negara Indonesia yang menyediakan website universitasnya dalam Bahasa Indonesia.

Ini merupakan suatu penghormatan bagi kita. Kenapa mereka mengunakan pilihan bahasa indonesa. Kenapa tidak bahasa melayu, bahasa vietnam ataupun thailand.

Bahasa Indonesia disamakan posisi dengan Bahasa Inggris (yang notabene merupakan bahasa international). Cintailah bahasa kita, Indonesia

informasi selengkapnya :

The National Taiwan University of Science and Technology has launched an Indonesian version of its Web site to help Indonesians learn about the university

Whois.sc

Ada yang komplain, dengan penilaian Best Education Motivation.

mr komplain

mr komplain

satu hal yang kurang disadari oleh mr.komplain, menyamar dengan nama komplain dan email komplain@yahoo.id. Tapi hal yang TIDAK terpikirkan oleh beliau. Ini INTERNET pak, kita semua akan mempunyai alamat IP Address. Seharusnya Bapak harus buat routing dulu dong ke banyak negara-negara biar bisa kelabui saya…

Alamat IP Bapak tercapat di blog saya dengan alamat 202.185.32.194

Silahkan buka browser IE / Mozilla Firefox ketik-kan di address bar URL : whois.sc, lihat tampilan berikut ini :

1aaIsikan Alamat IP Address pada kotak yang disediakan dan klik Lookup

Inilah data detail dari IP Bapak

1ab1

Pengirim comment : Berada di negara Malaysia, IP Address berdekatan dengan alamat DNS ukm.my, pelaku mengirimkan pesan dari jaringan intranet UKM.

Selama manusia berfikir, mereka akan menemukan sesuatu yang baru. Satu penemuan baru akan mempengaruhi kondisi hidup yang lainnya. Sebagai contoh ialah penemuan-penemuan baru dalam bidang teknologi informasi, membawa dampak ke berbagai bidang. Perkembangan teknologi informasi ini menyebabkan perubahanmelaju pada suatu kecepatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Pasar hanya membayar penghargaan-penghargaan unggul untuk prestasi yang unggul, produk-produk unggul atau jasa unggul- Brian Tracy

Anda lihat, Brian Tracy (penulis dan ahli riset kesuksesan) begitu menekankan pada perubahan dan keunggulan sebagai modal keberhasilan kita. Kita harus menjadi ahli perubahan bukan korban perubahan, maksudnya kita harus bisa hidup dengan perubahan-perubahan yang ada di sekeliling kita. Jika tidak, kita akan tergilas oleh jaman, kita tidak akan bisa menyesuaikan diri dengan jaman.

Melalui webblog ini kami memberikan penghargaan tertinggi dan terbaik untuk semua staff PNP [Politeknik Negeri Padang] yang telah berhasil / sedang melanjutkan studi pada Luar Negeri Level yang lebih tinngi. Penghargaan ini disebut ” pnp BEST EDUCATION MOTIVATION “. Dengan harapan bisa menjadi pe-motivasi yang lain untuk meningkatkan pendidikan ke level lebih tinggi di Luar Negeri. Ini bersifat un-official dari PNP. Tidak ada unsur deskriminatif terhadap pendidikan seseorang.

Penghargaan ini dibagi 4 level yakni; Platinum, Gold, Silver dan Bronze.

Range Penilaian :

  • Platinum : 350 point keatas [harus doctore harus sudah doctore]
  • Gold : 150 – 349 point [sudah/lagi study doctore]
  • Silver : 125 – 149 point
  • Bronze : 124 point kebawah

Perhitungan Point :

  • Doctore bernilai 150 Point, lagi study doctore bernilai 1/5 x 150 = 30 Point
  • Master bernilai 100 Point, lagi study master bernilai 1/5 x 100 = 20 Point
  • Bachelor bernilai 75 Point
  • Publication International Jurnal bernilai 40 Point (60% sebagai ketua 40% sebagai anggota).
  • World Rank factor (world rank use webometrics)

special thanks to ahmad dahlan, menhendry and rikki vitria for this point

PNP BEST EDUCATION MOTIVATION [ Platinum ]

n/a

PNP BEST EDUCATION MOTIVATION [ Gold ]

n/a

PNP BEST EDUCATION MOTIVATION [ Silver]
n/a

PNP BEST EDUCATION MOTIVATION [ Bronze]
n/a

Kepada bapak/Ibu yang tercantum dalam list pnp Best Education Motivation diucapkan Selamat atas prestasinya.

Untuk update data jurnal international, dimohon kirim ke email mr dot rahmat at gmail dot com agar point bisa bertambah menuju level platinum.

Berdasarkan data pelamar Beasiswa Dikti Gelombang I (pertama) untuk tahun anggaran 2009. Australia, Universitas Andalas dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) merupakan pemuncaknya.

  • Australia merupakan negara tujuan studi paling diminati (283 orang dari total 867 orang)
  • Universitas Andalas merupakan pelamar terbanyak (60 orang dari total 867 orang)
  • Universiti Kebangsaan Malaysia merupakan PT LN yang paling diminati (72 orang dari total 867 orang)

Berikut perbandingan data : gelombang/tahap 3 – 2008 dengan gelombang/tahap 1-2009

Total Tahap 3 Tahun 2008 : 2332 Orang sedangkan Tahap 1 Tahun 2009 : 867 orang

2009 2008
Australia 283 Australia 761
Malaysia 274 Malaysia 557
Jepang 76 Jepang 227
Inggris 62 Inggris 165
Jerman 29 Belanda 149
Belanda 27 Jerman 74
Amerika 22 Amerika 46
Perancis 16 Thailand 40
Thailand 15 Prancis 39
Korea 9 Philipina 33
2009 2008
UKM – Malaysia 72 UKM – Malaysia 141
Curtin – Australia 64 Curtin – Australia 121
UTM – Malaysia 50 UTM – Malaysia 105
UUM – Malaysia 39 UUM – Malaysia 90
USM – Malaysia 33 Monash – Australia 58
UM – Malaysia 25 USM – Malaysia 57
UPM – Malaysia 21 Flinders – Australia 48
New Castle University 17 UNSW – Australia 42
IIUM Malaysia 16 IIUM – Malaysia 38
University of Wollonggong 15 University of Western, Australia 35

Istilah tersebut ditemui pada pilihan program studi pada saat perkuliahan.  Di Indonesia ada dua prodi Sistem Komputer dan Sistem Informasi. Kedua prodi ditawarkan oleh PTN dan PTS. Di PTS-PTS prodi laris kayak “kacang goreng” saja. Karena sangat diminati. Tapi perbedaan antara kedua prodi yang ditawarkan PTS kurang kelihatan dari segi kurikulum.

Saat browsing di Internet, saya memberi referensi ke Hongkong University. Disana terdapat program studi Computer Engineering sama dengan Sistem Komputer di Indonesia. Dan juga ada Information Engineering sama dengan Sistem Informasi di Indonesia. Continue Reading »

Sekedar mau sharing tentang salah satu metode cari duit$$ di Internet ) , yang bernama text-links sales alias jualan text-links. JIka kamu sudah familiar dengan yang namanya Paid Review , dimana kamu akan mendapat bayaran untuk tiap post , konsep jualan text-links juga memiliki konsep yang sama. Kamu akan dapat bayaran untuk tiap text-links yang berhasil anda jual kepada advertiser ).

Bagi yang sudah terjun di dunia text-links sales , kamu tentu sudah akrab dengan yang namanya TLA . Nah , saya ingin memperkenalkan broker text-links lain yang notabene bisa membuat text-links kamu lebih cepat terjual daripada ketika kamu menjualnya di TLA ! ) Jika di TLA kamu harus menunggu berhari-hari/berminggu-mingu/dst sampai text-links kamu terjual , lain halnya dengan menjual text-links anda di Backlinks.com , dimana text-links kamu bisa laku terjual hanya dalam kurun waktu 1-2 hari saja ). Syarat untuk memulai berjualan text-links di Backlinks pun tidak seketat di TLA. Di Backlinks , blog yang memiliki PageRank 1 pun bisa langsung terjun di bisnis ini ! Berikut merupakan price rate text-links di Backlinks :

PageRank (PR) 1 homepage $0.50 , subpage $0.50

PageRank (PR) 2 homepage $1 , subpage $1

PageRank (PR) 3 homepage $2 , subpage $1.50

PageRank (PR) 4 homepage $3 , subpage $2

PageRank (PR) 5 homepage $4.50 , subpage $3.50

PageRank (PR) 6 homepage $12.50 , subpage $10

PageRank (PR) 7 homepage $30 , subpage $25

PageRank (PR) 8 homepage $75 , subpage $50

Contoh earning saya di Backlinks :


Kelebihan lain dari backlinks adalah kita dapat menjual link di multiple pages , tidak hanya pada single page , sehingga kita dapat memperbanyak earning kita dengan menjual text-link pada multiple page ! )
Tunggu apa lagi , buruan daftar deh !


Monetize your web site

Enam ilmuwan Indonesia masuk daftar Wise Index of Leading Scientists and Engineer. Daftar tersebut dikeluarkan sebuah lembaga internasional berkredibilitas di bidang sains dan teknologi. Siapa saja mereka? Mengapa dalam hal ini kita masih kalah dengan Malaysia?
Continue Reading »

Absolutely amazing!
Beauty of Mathematics !!!!!!!

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111 Continue Reading »

Older Posts »